PEMBAHASAN
Jabal
Magnet
Fenomena-fenomena yang luar biasa seperti Jabal Magnet
(Magnetic Hill) atau Gunung Magnet semakin lama semakin popular. Fenomena ini
terdapat di Arab Saudi maupun di tempat-tempat seperti di China:
(Liaoning, Shan Dong, Xi An), Taiwan, Utah, Uruguay, India (Ladakh) dan
Indonesia. Jabal
Magnet di daerah Madinah awalnya di temukan oleh orang suku Baduy.
Dan pada saat itu di jadikan objek wisata yang menarik oleh suku Baduy. Sekarang tempat seperti ini menjadi tujuan
favorit bagi para jamaah haji maupun umroh terutama dari jamaah Asia.
Di Gunakan Sebagai Kawasan Wisata
Pemerintah Arab
Saudi, lalu menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata andalan yang mampu
menyedot jutaan jemaah dan wisatawan dari mancanegara. Setiap hari lokasi ini
selalu dikunjungi jemaah atau wisatawan yang ingin melihat keajaiban alam. Yang
berkunjung ke sini bukan hanya warga asing, warga negara Saudi sendiri pun
banyak yang sengaja berwisata ke Jabal Magnet.
Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan. Magnet yang berkekuatan besar itu sampai sekarang masih misteri. Belum ada penelitian yang dapat menerangkan secara pasti fenomena alam tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga kemungkinan tidak akan mengungkap rahasia Jabal Magnet itu dan sengaja membiarkan kawasan itu sebagai suatu lokasi yang menimbulkan penasaran warga dunia. Kawasan itu kemungkinan akan tetap dipelihara sebagai tabir yang akan mengundang rasa penasaran setiap wisawatan, jemaah haji dan umroh yang mengunjungi tanah suci.
Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan. Magnet yang berkekuatan besar itu sampai sekarang masih misteri. Belum ada penelitian yang dapat menerangkan secara pasti fenomena alam tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga kemungkinan tidak akan mengungkap rahasia Jabal Magnet itu dan sengaja membiarkan kawasan itu sebagai suatu lokasi yang menimbulkan penasaran warga dunia. Kawasan itu kemungkinan akan tetap dipelihara sebagai tabir yang akan mengundang rasa penasaran setiap wisawatan, jemaah haji dan umroh yang mengunjungi tanah suci.
Penyebab Fenomena Jabal Magnet
Secara geologis,
fenomena Jabal Magnet bisa dijelaskan dengan logika. Karena, Kota Madinah dan
sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta
tahun. Kawasan itu berupa endapan lava "alkali basaltik" (theolitic
basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam
dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu
muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan
sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai "Makkah-Madinah-Nufud
volcanic line". Banyak gunung berapi terbentuk di sepanjang zona rekahan
itu. Seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar.
Tidak seperti di Indonesia yang gunung-gunungnya berbentuk kerucut, sehingga
memberi pemandangan eksotis, gunung-gunung di Arab berbentuk melebar dengan
puncak rendah. Kompleks semacam ini cocok disebut volcanic field atau harrah
dalam bahasa Arab. Harrah Rahat adalah
bentukan paling menarik. Dengan panjang 310 km membentang dari utara Madinah
hingga ke dekat Jeddah dan mengandung sedikitnya 2.000 km kubik endapan lava
yang membentuk 2.000 lebih kerucut kecil (scoria) dan 200-an kawahmaar. Selama
4.500 tahun terakhir, Harrah Rahat telah meletus sebanyak 13 kali dengan
periode antar letusan rata-rata 346 tahun. Letusan besar terakhir terjadi pada
26 Juni 1256, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut
kecilnya selama 52 hari kemudian. Sehingga menimbulkan medan magnet yang mampu
menarik kendaraan.
Keunikan Jabal Magnet
Keunikan fenomena ini adalah mampu mendorong
kendaraan dengan kecepatan 120 km per jam dengan posisi persneling netral, bahkan sanggup mendaki tanjakan.
Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas juga tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Arah utara-selatan menjadi kacau. Selain itu, data di telepon seluler bisa
hilang di lokasi itu. Keunikan lain adalah saat anda jalan menurun,
rasanya sangat sulit. Pedal gas harus di tekan dalam-dalam. Sebaliknya, saat
anda menanjak naik, kendaraan seolah bergerak begitu saja. Anda bahkan tidak
perlu menekan pedal. Bila anda yang biasa di pegunungan, anda tentunya tahu
kalau sebaliknya lah yang masuk akal. Naik sangat sulit karena melawan
gravitasi, sementara turun sangat gampang, karena dibantu gravitasi. Bukan
hanya dengan kendaraan, menuang air atau menggulirkan bola akan tampak naik
mendaki, bukannya turun.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada
dasarnya semua fenomena yang terjadi di bumi ini dapat di buktikan kebenarannya
dengan logika baik secara geologi, fisika, maupun dengan ilmu-ilmu yang lain.
Seperti fenomena Jabal Magnet, yang telah di temukan penyebabnya, karena di
daerah Jabal Magnet terdapat endapan lava yang bersifat basa dan berumur
sekitar 10 juta tahun kemudian muncul ke permukaan bumi melalui zona rekahan
dan terciptalah medan magnet.
B.
Saran
Sebaiknya
masyarakat jangan mengkaitkan hal-hal seperti ini dengan mistis, yang justru
lebih aneh lagi dari fenomenanya sendiri, jika belum ada penjelasan secara
logis yang dapat di buktikan kebenarannya. Sehingga tidak menimbulkan pro dan
kontra di kalangan masyarakat luas.
DAFTAR
PUSTAKA
Coba bandingkan kemungkinan benarnya dengan artikel berjudul Penjelasan ilmiah gunung magnet yang dimuat di Blog ku opini ku
BalasHapus