Minggu, 17 Maret 2013

Makalah Jabal Magnet


PEMBAHASAN
Jabal Magnet
Fenomena-fenomena yang luar biasa seperti Jabal Magnet (Magnetic Hill) atau Gunung Magnet semakin lama semakin popular. Fenomena ini terdapat di Arab Saudi maupun di tempat-tempat seperti di China: (Liaoning, Shan Dong, Xi An), Taiwan, Utah, Uruguay, India (Ladakh) dan Indonesia. Jabal Magnet di daerah Madinah awalnya di temukan oleh orang suku Baduy. Dan pada saat itu di jadikan objek wisata yang menarik oleh suku Baduy. Sekarang tempat seperti ini menjadi tujuan favorit bagi para jamaah haji maupun umroh terutama dari jamaah Asia.
Di Gunakan Sebagai Kawasan Wisata
Pemerintah Arab Saudi, lalu menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata andalan yang mampu menyedot jutaan jemaah dan wisatawan dari mancanegara. Setiap hari lokasi ini selalu dikunjungi jemaah atau wisatawan yang ingin melihat keajaiban alam. Yang berkunjung ke sini bukan hanya warga asing, warga negara Saudi sendiri pun banyak yang sengaja berwisata ke Jabal Magnet.

          Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan. Magnet yang berkekuatan besar itu sampai sekarang masih misteri. Belum ada penelitian yang dapat menerangkan secara pasti fenomena alam tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga kemungkinan tidak akan mengungkap rahasia Jabal Magnet itu dan sengaja membiarkan kawasan itu sebagai suatu lokasi yang menimbulkan penasaran warga dunia. Kawasan itu kemungkinan akan tetap dipelihara sebagai tabir yang akan mengundang rasa penasaran setiap wisawatan, jemaah haji dan umroh yang mengunjungi tanah suci.
Penyebab Fenomena Jabal Magnet
Secara geologis, fenomena Jabal Magnet bisa dijelaskan dengan logika. Karena, Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun. Kawasan itu berupa endapan lava "alkali basaltik" (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai "Makkah-Madinah-Nufud volcanic line". Banyak gunung berapi terbentuk di sepanjang zona rekahan itu. Seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar. Tidak seperti di Indonesia yang gunung-gunungnya berbentuk kerucut, sehingga memberi pemandangan eksotis, gunung-gunung di Arab berbentuk melebar dengan puncak rendah. Kompleks semacam ini cocok disebut volcanic field atau harrah dalam  bahasa Arab. Harrah Rahat adalah bentukan paling menarik. Dengan panjang 310 km membentang dari utara Madinah hingga ke dekat Jeddah dan mengandung sedikitnya 2.000 km kubik endapan lava yang membentuk 2.000 lebih kerucut kecil (scoria) dan 200-an kawahmaar. Selama 4.500 tahun terakhir, Harrah Rahat telah meletus sebanyak 13 kali dengan periode antar letusan rata-rata 346 tahun. Letusan besar terakhir terjadi pada 26 Juni 1256, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut kecilnya selama 52 hari kemudian. Sehingga menimbulkan medan magnet yang mampu menarik kendaraan.


Keunikan Jabal Magnet
Keunikan fenomena ini adalah mampu mendorong kendaraan dengan kecepatan 120 km per jam dengan posisi persneling netral, bahkan sanggup mendaki tanjakan. Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Arah utara-selatan menjadi kacau. Selain itu, data di telepon seluler bisa hilang di lokasi itu. Keunikan lain adalah saat anda jalan menurun, rasanya sangat sulit. Pedal gas harus di tekan dalam-dalam. Sebaliknya, saat anda menanjak naik, kendaraan seolah bergerak begitu saja. Anda bahkan tidak perlu menekan pedal. Bila anda yang biasa di pegunungan, anda tentunya tahu kalau sebaliknya lah yang masuk akal. Naik sangat sulit karena melawan gravitasi, sementara turun sangat gampang, karena dibantu gravitasi. Bukan hanya dengan kendaraan, menuang air atau menggulirkan bola akan tampak naik mendaki, bukannya turun.



PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada dasarnya semua fenomena yang terjadi di bumi ini dapat di buktikan kebenarannya dengan logika baik secara geologi, fisika, maupun dengan ilmu-ilmu yang lain. Seperti fenomena Jabal Magnet, yang telah di temukan penyebabnya, karena di daerah Jabal Magnet terdapat endapan lava yang bersifat basa dan berumur sekitar 10 juta tahun kemudian muncul ke permukaan bumi melalui zona rekahan dan terciptalah medan magnet.
B.     Saran
Sebaiknya masyarakat jangan mengkaitkan hal-hal seperti ini dengan mistis, yang justru lebih aneh lagi dari fenomenanya sendiri, jika belum ada penjelasan secara logis yang dapat di buktikan kebenarannya. Sehingga tidak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas.


DAFTAR PUSTAKA



1 komentar:

  1. Coba bandingkan kemungkinan benarnya dengan artikel berjudul Penjelasan ilmiah gunung magnet yang dimuat di Blog ku opini ku

    BalasHapus